Foundation Robotics mendorong batasan robot humanoid, dengan fokus yang jelas pada aplikasi militer. Phantom MK1 perusahaan bukan sekadar demo teknologi; senjata ini dirancang untuk ditempatkan di lingkungan yang keras – termasuk zona tempur potensial.

Phantom MK1: Desain dan Kemampuan ⚙️

Phantom adalah robot humanoid berukuran penuh yang mampu berjalan, berlari, dan bahkan pulih dari terjatuh. Ia dikendalikan melalui teleoperasi, artinya operator manusia mengarahkan pergerakannya dari jarak jauh. Hal ini penting untuk pengujian di dunia nyata, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang skenario pengendalian medan perang di masa depan.

Pendiri Yayasan Sankaet Pathak membayangkan Phantom digunakan tidak hanya dalam operasi militer tetapi juga dalam eksplorasi ruang angkasa (khususnya Mars). Desain dengan tujuan ganda ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut siap untuk mengadaptasi teknologinya untuk kontrak komersial dan pertahanan.

Implikasi Militer 🤔

Ketertarikan industri pertahanan terhadap robot humanoid semakin meningkat, dan Foundation secara aktif berupaya untuk mengembangkannya. Mempersenjatai robot bukanlah hal baru; drone dan sistem otomatis telah digunakan dalam peperangan selama bertahun-tahun. Namun, faktor bentuk humanoid menambah tingkat kompleksitas dan potensi kematian.

Kemampuan Phantom untuk menavigasi medan yang kasar, pulih dari jatuh, dan dikendalikan dari jarak jauh membuatnya cocok untuk tugas-tugas yang terlalu berbahaya bagi tentara manusia. Hal ini mencakup pengintaian, pembuangan bom, dan kemungkinan pertempuran langsung.

Masa Depan Perang Robot 🚀

Pendekatan yang dilakukan Foundation sangatlah penting karena secara terbuka mengakui penerapan teknologi yang dilakukan oleh militer. Meskipun banyak perusahaan robotika menghindari pembahasan persenjataan, Foundation memposisikan dirinya sebagai pemain kunci di masa depan peperangan robot.

Phantom MK1 mewakili langkah besar menuju robot tempur yang sepenuhnya otonom atau dioperasikan dari jarak jauh. Kemampuan beradaptasi dan desainnya yang kokoh menunjukkan bahwa senjata ini bisa menjadi aset berharga dalam peperangan modern.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran etis mengenai peran robot dalam konflik dan potensi eskalasinya. Namun, dari sudut pandang bisnis, Foundation mempertaruhkan masa depan sistem pertahanan otomatis.