Bagi banyak orang, gambaran hewan peliharaan kecil – ikan berwarna-warni yang meluncur di dalam akuarium, hamster yang berlarian di dalam roda, atau kadal yang berjemur di bawah lampu pemanas – membangkitkan kepolosan dan persahabatan. Namun di balik hal ini terdapat krisis penderitaan hewan yang sebagian besar tidak disadari, dan hal ini semakin dipertanyakan oleh para ahli etika, dokter hewan, dan ahli perilaku hewan. Meskipun kucing dan anjing mendominasi percakapan tentang hewan peliharaan, sekitar 40% rumah tangga di Amerika memelihara hewan “eksotis” yang lebih kecil, dan kondisi tempat tinggal makhluk-makhluk ini sering kali jauh dari standar etika.
Skala Masalah
Industri kecil hewan peliharaan sangat luas: puluhan juta ikan, burung, gerbil, kadal, ular, katak, dan kura-kura dibeli setiap tahun di A.S. Banyak yang diternakkan di dalam negeri, namun diperkirakan 90 juta diimpor setiap tahun, dan sepertiganya diambil langsung dari alam. Tuntutan ini mendorong praktik peternakan yang mengutamakan keuntungan dibandingkan kesejahteraan. Bahkan mereka yang lahir di penangkaran sering kali mengalami kondisi di bawah standar: kandang yang sempit, pola makan yang tidak memadai, dan kurangnya pengayaan lingkungan.
Mengapa Hewan Peliharaan Kecil Lebih Menderita
Masalah intinya sederhana: hewan-hewan ini pada dasarnya tidak cocok untuk dikurung. Tidak seperti anjing atau kucing, yang telah menjalani domestikasi selama beberapa generasi, banyak hewan peliharaan kecil yang memiliki naluri kuat untuk bergerak, mencari makan, dan interaksi sosial yang secara brutal dikekang di dalam kurungan.
- Buggerigars (parkit) berevolusi untuk terbang jauh dalam kawanan; mereka sekarang terjebak di dalam kandang.
- Ikan tang biru berenang bermil-mil di terumbu karang; airnya berkurang menjadi beberapa kaki persegi.
- Tokek macan tutul menggali dan berburu di padang rumput gurun; mereka merana di bawah lampu pemanas di ruang bawah tanah.
- Hamster emas melakukan perjalanan hingga delapan mil setiap malam untuk mengumpulkan makanan; mereka diberi pelet di tempat sampah plastik.
Perbedaan ini bukan sekadar ketidaknyamanan; mereka memicu stres kronis, kebosanan, dan kemunduran fisik. Hewan-hewan kehilangan perilaku yang menentukan keberadaan mereka.
Etika Pengurungan
Clifford Warwick, seorang ahli biologi dan pakar perilaku hewan, menyatakannya secara blak-blakan, ”Hanya karena Anda boleh memelihara hewan bukan berarti Anda harus memeliharanya.” Sentimen ini juga diamini oleh dokter hewan seperti Alix Wilson, yang percaya bahwa “sebagian besar hewan-hewan ini tidak boleh dijadikan hewan peliharaan.” Masalah mendasarnya adalah pengendalian. Sebagaimana dicatat oleh Warwick, “Pengendalian terhadap lingkungan adalah sesuatu yang semua hewan… perlukan agar tidak stres.” Pengurungan mengabaikan kebutuhan dasar ini, sehingga mendorong hewan ke dalam keadaan frustrasi terus-menerus.
Ilusi Kepedulian
Banyak pemilik percaya bahwa mereka memberikan perawatan yang memadai, namun kenyataannya sering kali tidak sesuai harapan. Bahkan hewan peliharaan kecil yang “dijinakkan” seperti kelinci dan marmot sering kali dipelihara di kandang yang tidak memadai, tidak diberi pengayaan yang layak, atau diberi pola makan yang tidak tepat. Industri hewan peliharaan melanggengkan ilusi kesejahteraan dengan label yang menyesatkan seperti “habitat” untuk kandang. Kenyataannya adalah ruang-ruang ini jauh dari lingkungan alami, dan hewan-hewan yang terkurung di dalamnya pun menderita karenanya.
Kekejaman di Balik Rantai Pasokan
Penderitaan tidak berakhir pada titik penjualan. Banyak hewan peliharaan kecil yang dibesarkan dalam kondisi yang mengerikan, tanpa memperhatikan kesejahteraannya. Investigasi terhadap operasi pembiakan burung mengungkap praktik-praktik yang lalai, dan hewan-hewan yang ditangkap di alam liar mengalami perjalanan brutal dari lingkungan asli mereka ke toko hewan peliharaan.
Intinya
Meskipun persahabatan dan hiburan sering disebut-sebut sebagai motivasi memelihara hewan peliharaan kecil, manfaat ini dibangun di atas dasar penderitaan hewan. Kenyataannya adalah sebagian besar makhluk-makhluk ini tidak mempunyai perlengkapan yang memadai untuk dikurung, dan kebutuhan mereka tidak dapat dipenuhi di lingkungan rumah tangga. Kecuali jika dilakukan perubahan radikal pada industri hewan peliharaan dan praktik kepemilikan, memelihara hewan peliharaan berukuran kecil tetap merupakan praktik yang meragukan secara etis.
