Setelah hampir setahun penuh skeptis, pengajuan Komisi Komunikasi Federal (FCC) baru-baru ini menunjukkan bahwa ponsel pintar Trump T1 yang sangat dinanti-nantikan (dan sebelumnya diragukan) mungkin benar-benar ada. Daftar tersebut mengonfirmasi bahwa perangkat bernama “T1” telah diuji dan disertifikasi oleh badan federal AS, yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah melampaui tahap konseptual.
Sertifikasi Misterius
Dokumen FCC, meskipun banyak disunting, menetapkan bahwa telepon yang diberi nama “T1” telah menjalani sertifikasi federal dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun daftar tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan mantan Presiden Trump atau perusahaan afiliasinya, daftar tersebut diajukan oleh Smart Gadgets Global, sebuah entitas baru yang dipimpin oleh Eric Thomas – seorang eksekutif terkenal dari Trump Mobile. Hubungan ini menambah kredibilitas proyek, meskipun sebelumnya terdapat ambiguitas.
Sejarah Penundaan
Trump T1 awalnya diluncurkan pada bulan Juni sebagai perangkat Android “Made in America” seharga $500 dengan aksen emas, menargetkan konsumen yang patriotik. Namun, keraguan segera muncul mengenai kelayakan manufaktur komponen dalam negeri. Tanggal rilis asli di bulan September terlewatkan, diikuti dengan penundaan lainnya di bulan Desember. Pada bulan Februari, ponsel ini muncul kembali dengan spesifikasi yang direvisi dan kenaikan harga untuk pembeli selanjutnya.
Masa Depan yang Tidak Pasti
Meski sudah mendapat sertifikasi FCC, nasib T1 masih belum pasti. Produk tersebut masih bisa gagal diluncurkan karena janji-janji sebelumnya tidak terpenuhi. Namun, pengajuan ini merupakan bukti paling nyata bahwa Trump T1 lebih dari sekedar aksi publisitas.
Sampai ponsel ini tersedia secara fisik, masih ada keraguan, namun perkembangan terkini menunjukkan adanya upaya sungguh-sungguh untuk membawa perangkat kontroversial ini ke pasar.























