United Airlines dengan cepat memperluas layanan Wi-Fi Starlink dalam penerbangan, yang kini tersedia pada sekitar seperempat keberangkatan hariannya. Hal ini menandai peningkatan yang signifikan dibandingkan internet maskapai penerbangan tradisional, yang menawarkan kecepatan yang sebanding dengan broadband rumah. Peluncuran ini dimulai tahun lalu dengan pesawat jalur utama awal dan sejak itu diperluas ke seluruh armada regional, dengan rencana untuk melengkapi 500 pesawat jalur utama tambahan pada akhir tahun 2026.
Penggunaan dan Permintaan di Dunia Nyata
Maskapai ini melaporkan lebih dari 7 juta penumpang telah menggunakan Starlink di lebih dari 129.000 penerbangan, dengan konsumsi data melebihi level sebelumnya sebanyak 100 kali lipat. Grant Milstead, VP Teknologi Digital di United, mengaitkan lonjakan ini dengan durasi penerbangan yang lebih lama dan perubahan perilaku penumpang. Penumpang tidak lagi perlu memuat perangkat dengan hiburan karena mereka dapat melakukan streaming film, olahraga, dan konten bandwidth tinggi lainnya dengan andal di tengah penerbangan.
“Ini bukan lagi ‘Wi-Fi pesawat’,” kata Milstead. “Wi-Fi seperti rumah Anda. Dan sekarang orang-orang mulai memperlakukannya seperti itu.”
Akses MileagePlus
Starlink Wi-Fi gratis untuk semua anggota United MileagePlus, menjadikan layanan ini dapat diakses oleh basis pelanggan yang luas. Maskapai ini mendapati bahwa penumpang kini mengharapkan pengalaman internet berkecepatan tinggi yang sama di udara seperti di darat.
Memperluas Ketersediaan Global
Tren ini menyebar, dengan layanan Starlink sudah tersedia pada penerbangan dengan Hawaiian Airlines, Alaska Airlines, airBaltic, Air France, Qatar Airways, WestJet, dan Emirates. Pada tahun depan, Aer Lingus, British Airways, Iberia, Level, dan Vueling juga akan mengintegrasikan internet satelit ke dalam armada mereka.
Perluasan Wi-Fi dalam penerbangan Starlink mengubah ekspektasi penumpang dan mendorong maskapai penerbangan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lancar di ketinggian 30.000 kaki. Investasi dalam konektivitas berkecepatan tinggi ini kemungkinan akan menjadi standar bagi maskapai penerbangan besar di tahun-tahun mendatang.
